Monday, 26 October 2015


Makalah:
DISIPLIN KELAS  DAN SIKAP GURU

Disusun Oleh:
KELOMPOK VIII
Tajul Mulki
Muhammmad Tasar
Saifuri

Mata Kuliah        : Manajemen Kelas
Dosen Pengajar   : Drs. Hasbi Wahy. M.Pd


 



FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY
BANDA ACEH 2015/2016




KATA PENGANTAR

              Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberi kita akal untuk berpikir dan berkarier dalam mencapai kehidupan yang bahagia didunia dan diakhirat. Selawat beriring salam marilah sama-sama kita curahkan kepangkuan baginda kita Nabi Muhammad SAW yang sukses mengajarkan umatnya dengan hasil yang gemilang.
              Berkat rahmat dan taufik-Nyalah sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah kami yaitu: “Manajemen Kelas”. ini merupakan tugas yang wajib diselesaikan. Walaupun makalah ini telah disusun dengan sedemikian rupa, namun kami menyadari masih banyak sekali kekurangannya. Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan kritikan dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini dimasa yang akan datang.


              Banda Aceh, 26 Oktober 2015

                                                                                                                                                                                                                                    Penulis







DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................................... ii

BAB I: PENDAHULUAN................................................................................................
A. Latar Belakang........................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah...................................................................................................... 1

BAB II: PEMBAHASAN.................................................................................................
           A.    Pengertian Disiplin Kelas........................................................................................ 2
           B.     Sikap Guru............................................................................................................... 2
           C.     Sikap Mengalah pada Guru..................................................................................... 3
           D.    Reaksi Guru............................................................................................................. 3
           E.     Pembelajar Tetap Berjalan....................................................................................... 4
           F.      Siswa Senang Belajar.............................................................................................. 4
           G.    Siswa Dan Pembelajaran......................................................................................... 5
           H.    Siswa Termonitor..................................................................................................... 6
            I.     Kemauan Baik......................................................................................................... 6

BAB III: PENUTUP...........................................................................................................
Kesimpulan..................................................................................................................... 7           

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................... 8








BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Kata disiplin pasti sangat akrab dengan anda  karena mungkin sering anda terapkan dalam menjalankan tugas. Dalam kegiatan belajar ini anda akan mengkaji pengertian disiplin dan disiplin kelas, mengapa disiplin kelas itu penting dan lain-lain. Dengan cara ini anda mampu menjelaskan pengertian disiplin dan disiplin kelas secara mantap. Penguasaan terhadap hakekat disiplin kelas akan membantu anda dalam mempelajari kegiatan belajar yaitu strategi penanaman dan penanganan disiplin kelas.

B.  Rumusan Masalah
1.      Apa Yang Dimaksud Dengan Disiplin Kelas?
2.      Bagaimana Sikap Guru?
3.      Bagaimana Sikap Mengalah Pada Guru?
4.      Bagaimana Pembelajar Tetap Berjalan?




BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Disiplin Kelas
Disiplin adalah kesadaran untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan tertib dan teratur sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dengan penuh tanggung jawab tanpa paksaan dari siapapun (AsyMas’udi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Yogyakarta: PT TigaSerangkai, 2000). Sedangkan The Liang Gie (1972) memberikan pengertian disiplin sebagai berikut Disiplin adalah suatu keadaan tertib di mana orang-orang yang tergabung dalam suatu organisasi tunduk pada peraturan-peraturan yang telah ada dengan rasa senang.
Dengan disiplin dimaksudkan sebagai upaya untuk mengatur perilaku anak dalam mencapai tujuan pendidikan, karena ada perilaku yang harus dicegah atau dilarang, dan sebaliknya, harus dilakukan. Pembentukan disiplin pada saat sekarang buakn sekedar menjadikan anak agar patuh dan taat pada atyran dan tata tertib tanpa alas an sehingga mau menerima begitu saja, melainkan sebagai usaha mendisiplinkan diri sendiri (self discipline). Artinya ia berperilaku baik, patuh dan taat pada aturan bukan karena paksaan dari orang lain atau guru melainkan karena kesadaran dari dirinya.
Disiplin bukanlah kepatuhan lahiriah, bukanlah paksaan, bukanlah ketaatan pada otoritas gurunya untuk menuruti aturan. Disiplin adalah suatu sikap batin, bukan kepatuhan otomatis. Siswapun bertanggung jawab untuk menciptakan suasana kelas yang baik. Suasana kelas yang tidak tegang, ada kebebasan tapi ada pula kerelaan mematuhi peraturan dan tata tertib sekolah.
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah ketaatan dan ketepatan pada suatu aturan yang dilakukan secara sadar tanpa adanya dorongan atau paksaan pihak lain atau suatu keadaan di mana sesuatu itu berada dalam tertib, teratur dan semestinya serta tiada suatu pelanggaran-pelanggaran baik secara langsung maupun tidak langsung.

B.  Sikap Guru
Guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan masyarakat sekelilingnya. Masyarakat terutama akan melihat bagaimana sikap dan perbuatan guru itu sehari-hari, apakah memang ada yang patut di teladani atau tidak. Bagaimana guru meningkatkan pelayanannya, meningkatkan pengetahuannya, memberi arahan dan dorongan kepada anak didikannya, dan bagaimana cara guru berpakaiaan dan berbicara serta cara bergaul baik dengan sisiwa, teman-temannya serta anggota masyarakat, sering menjadi perhatian masyarakat luas.
Walaupun segala perilaku guru selalu diperhatikan masyarakat,tetapi yang akan dibicarakan dalam bagian ini adalah khusus perilaku guru yang berhubungan dengan profesinnya. Hal ini berhubungan dengan bagaimana pola tengkah laku guru yang berhubungan dengan itu akan dibicarakan sesuai dengan sasarannyan, yakni sikap profesional keguruan terhadap: (1) Peraturan perundang-undangan, (2) Organisasi profesi, (3) Teman sejawat, (4) Anak didik, (5) Tempat kerja, (6) Pemimpin, Dan (7) Pekerjaan.

C.     Sikap Mengalah pada Guru
Dalam menangapi sikap tidak layak dari siswa,guru bk dengan sikap yang kurang rasional sering kali meresponnya dengan memberikan julukan siswanya yang bermasalah dengan kata “nakal”. Mungkin saja guru bk semacam itu akan cepat mundur dan menjadi khawatir tentang pertahanan diri mereka dan akan bersedia mengingkari hak siswanya jika hal tersebut akan melindungi dirinya. Sangatlah tidak mungkin untuk bereaksi dengan tenang dan sadar secara profesi tanpa memiliki respon yang layak dari beberapa macam alternatif, dan kebutuhan setiap siswa.
Jika guru semacam itu melihat kenyataan,mereka akan menyadari bahwa tidaklah mungkin membuat siswa melakukan apa yang mereka perintahkan sepanjang waktu. Siswa terkadang merasa frustasi,marah,malu,tertekan atau bentuk emosi negatif lainnya,dan tidak merespon dengan logis. Sikap yang lebih rasional seorang guru kalimat berikut ini : “guru bk lebih suka membuat semua siswa berada dalam kontrolnya dan mereka akan melaksanakan apa yang diperintahkan,dan guru bk mencapai tujuannya. Tetapi,jika seseorang siswa menolak untuk bekerjasama,guru bk dapat berhasil mengatasi situasi tersebut dan sementara itu dia terus mencari strategi yang paling cocok untuk mengatasinya.

D.Reaksi Guru
Reaksi Guru adalah suatu kegiatan ataupun  tindakan guru terhadap murid yang bertingkah laku baik ataupun buruk.

E.  Pembelajar Tetap Berjalan
Untuk menjaga pelajaran agar tetap berjalan dengan lancar. Ada beberapa hal yang harus dilakukan dan ada beberapa yang harus dihindari. Beberapa hal yang harus dilakukan guru disajikan berikut ini :
·         Mengetahui secara pasti apa yang hendak dilakukan dan memiliki semua sumber yang diperlukan.
·          Di awal pelajaran dan topik, informasikan kepada siswa tentang tujuan instruksional dan kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapainya.
·         Setiap ada kesempatan,tetapkan bentuk sikap siswa yang dapat diterima dan dimengerti agar tidak ada waktu yang terbuang secara berulangkali dalam berunding dengan siswa,seperti izin ke kamar kecil,pembagian katering,giliran maju,berbaris.
·         Biarkan siswa mengetahui ketika sebuah kegiatan akan diganti sehingga mereka mempersiapkan diri menyelesaikan apa yang sedang mereka lakukan dan siap secara mental untuk menghadapi apa yang akan mereka lakukan.
·         Selalu perhatikan kebutuhan mayoritas kelas dan sibukkan mereka dalam belajar sebelum berurusan dengan siswa yang membutuhkan perhatian istimewa.

F.   Siswa Senang Belajar
Rasa ketertarikan siswa dalam belajar dapat dirangsang dan dijaga dengan menggunakan cara yang berbeda-beda. Dalam kerangka ini,guru dapat menerapkan cara-cara seperti berikut ini:
·         Ubahlah volume,kecepatan,dan nada suara.
·         Bersikap antuasias pada pelajaran yang sedang diajarkan,misalnya : kapanpun      memungkinkan,terangkan mengapa pelajaran ini berguna,penting,dan menarik dan mengasyikan.
·         Beri selingan pada cara mengajar. Hal ini termasuk menggunakan beberapa macam prosedur,misalnya memberikan tugas,debat,darma wisata mendatangkan pembicaraan tamu,dan sebagainya. Keragaman juga berhubungan dalam belajar individu yang harus termasuk teknik-teknik seperti penjelasan guru,diskusi siswa guru,simulasi, diskusi antarsiswa dalam skala besar dan kecil, pekerjaan individu siswa, dan penggunaan media,misalnya flim,video,slide dan OHP,papan tulis,poster. Hal ini penting karena untuk meyakinkan bahwa pilihan beberapa proses tertentu didasarkan kelayakan untuk mencapai tujuan tertentu.
·         Berjalanlah ke seluruh sisi ruangan pada saat mengerjakan dan kadang-kadang biarkan siswa bebas bergerak di dalam kelas.
·         Yakinkan bahwa isi pelajaran menantang,tetapi dapat dikerjakan,dan bilamana memungkinkan,hubungkan kegiatan pelajaran dengan kegemaran siswa.

Siswa merupakan pembelajar. Dia senantiasa berinteraksi dengan guru dalam  keseluruhan prosess edukasi. Siswa yang merasa gurunya memikirkan tugas-tugas tersebut kemungkinan kecil mereka berani untuk bersikap tidak layak. Berikut ini pembahasan tentang cara pertanggung jawaban dicerminkan dalam kelas.
·         Saat menanyakan pelajaran,jangan berhenti pada jawaban benar yang pertama,tetapi lanjutkan pada jawaban berikutnya. Kumpulkan beberapa jawaban yang ada sebelum mengatakan jawaban itu benar.
·         Sering kali memberikan pertanyaan lalu mencoba untuk melakukan kontak mata dengan banyak siswa sebelum memilih satu orang responden.
·         Setelah memberikan pertanyaan dan memilih satu siswa untuk menjawab,bersiaplah untuk menunggu beberapa saat,sampai siswa yang dinominasi mulai menjawab.
·         Jika seorang siswa memberikan jawaban yang kurang memadai,perhatikanlah kemampuan untuk menjawab,tunggulah beberapa saat untuk memberinya dorogan atau untuk melanjutkan jawabannya.
·         Kumpulkan dan periksalah semua tugas yang sudah di kerjakan oleh siswa.

G. Siswa Dan Pembelajaran
Pengertian siswa menurut para ahli ini mengacu pada pesera didik yang mana dalam bahasa arab sendiri di sebut sebagai Tilmidz  yang mengandung artian jamak adalah Talamid, yang mengandung artian adalah “murid”, yang artinya adalah orang-orang yang membutuhkan  pendidikan. Dan menurut bahasa arab lainnya  siswa adalah Thalib, jamaknya artinya adalah Thullab, yang berarti mencari  maksudnya  merupakan orang-orang yang sedang mencari ilmu.

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang meliputi guru dan siswa yang saling bertukar informasi.

Tujuan pembelajaran (instructional objective) adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi, dimiliki, atau dikuasai oleh peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu.

H.   Siswa Termonitor
Siswa termonitor adalah siswa yang bertingkahlaku buruk ataupun sifat negatif siswa terhadap lingkungan sekolah.
 Dengan demikian, dari interaksi timbal balik antara suatu objek (misalnya lingkungan) dengan seseorang akan menimbulkan sifat saling mempengaruhi. Artinya suatu sikap lahir dan timbul akibat pengaruh dari objek tersebut, serta sebaliknya sikap seseorang mempengaruhi terhadap objek tersebut. Hal ini akan terlihat jelas dan nyata jika seorang siswa merespon dan bereaksi terhadap lingkungan, ia akan melahirkan sebuah sikap yang akhirnya menimbulkan tingkahlaku sesuai dengan respon tersebut. 
Adapun faktor yang paling dominant sekaligus sebagai indicator yang sangat penting adalah sikap. Sikap merupakan sesuatu yang dipelajari, dan sikap menentukan bagaimana individu bereaksi terhadap situasi serta menentukan apa yang dicari individu dalam kehidupan. Pada umumnya rumusan-rumusan mengenai sikap mempunyai persamaan unsur, yaitu  kesedian untuk melakukan respon pada situasi tertentu.

I.     Kemauan Baik
Kemauan adalah salah satu fungsi hidup kejiwaan manusia, dapat diartikan sebagai aktifitas psikis yang mengandung usaha aktif dan berhubungan dengan pelaksanaan suatu tujuan. Tujuan adalah titik akhir dari gerakan yang menuju suatu arah. Adapun tujuan kemauan adalah pelaksanaan suatu tujuan-tujuan mana, harus diartikan dalam suatu hubungan.

J.    Masalah Siswa
Hampir setiap hari guru berhadapan dengan siswa yang bermasalah. Guru bisa membayangkan sendiri sedang membagikan kertas biodata yang wajib diisi oleh siswa. Ketika itu salah seorang siswa tidak mau mengerjakan yang disuruh guru  tersebut. Barangkali banyak guru akan menganggap penolakan siswanya untuk mengerjakan kertas biodata siswanya adalah masalahnya sendiri. Tapi tentu saja hal ini juga merupakan masalah guru.



BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Disiplin adalah kesadaran untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan tertib dan teratur sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dengan penuh tanggung jawab tanpa paksaan dari siapapun (AsyMas’udi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Yogyakarta: PT TigaSerangkai, 2000). Sedangkan The Liang Gie (1972) memberikan pengertian disiplin sebagai berikut Disiplin adalah suatu keadaan tertib di mana orang-orang yang tergabung dalam suatu organisasi tunduk pada peraturan-peraturan yang telah ada dengan rasa senang.
Guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan masyarakat sekelilingnya.



DAFTAR PUSTAKA

Prayitno H. Dan Eman Amti,2009, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling,Rineka Cipta, Jakarta.
Danmin Sudarwan Dan H. Khairil,2008,Psikologi Pendidikan (Dalam Prespektif Baru),Alfabeta,Jakarta.
















No comments:

Post a Comment