Makalah:
DISIPLIN
KELAS DAN SIKAP GURU
Disusun
Oleh:
KELOMPOK
VIII
Tajul
Mulki
Muhammmad
Tasar
Saifuri
Mata Kuliah : Manajemen Kelas
Dosen Pengajar : Drs. Hasbi Wahy. M.Pd
FAKULTAS
TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI AR-RANIRY
BANDA
ACEH 2015/2016
KATA
PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah SWT yang telah memberi kita akal untuk berpikir dan berkarier
dalam mencapai kehidupan yang bahagia didunia dan diakhirat. Selawat beriring salam
marilah sama-sama kita curahkan kepangkuan baginda kita Nabi Muhammad SAW yang
sukses mengajarkan umatnya dengan hasil yang gemilang.
Berkat
rahmat dan taufik-Nyalah sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah
kami yaitu: “Manajemen Kelas”. ini
merupakan tugas yang wajib diselesaikan. Walaupun makalah ini telah disusun
dengan sedemikian rupa, namun kami menyadari masih banyak sekali kekurangannya.
Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan kritikan dan saran yang bersifat
membangun demi kesempurnaan makalah ini dimasa yang akan datang.
Banda Aceh, 26 Oktober 2015
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................................... ii
BAB I: PENDAHULUAN................................................................................................
A. Latar Belakang........................................................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah...................................................................................................... 1
BAB II: PEMBAHASAN.................................................................................................
A. Pengertian
Disiplin Kelas........................................................................................ 2
B. Sikap Guru............................................................................................................... 2
C. Sikap Mengalah pada Guru..................................................................................... 3
D. Reaksi
Guru............................................................................................................. 3
E. Pembelajar Tetap Berjalan....................................................................................... 4
F. Siswa Senang Belajar.............................................................................................. 4
G. Siswa Dan
Pembelajaran......................................................................................... 5
H. Siswa
Termonitor..................................................................................................... 6
I. Kemauan Baik......................................................................................................... 6
BAB III: PENUTUP...........................................................................................................
Kesimpulan..................................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................... 8
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kata
disiplin pasti sangat akrab dengan anda karena mungkin sering anda
terapkan dalam menjalankan tugas. Dalam kegiatan belajar ini anda akan mengkaji
pengertian disiplin dan disiplin kelas, mengapa disiplin kelas itu penting dan
lain-lain. Dengan cara ini anda mampu menjelaskan pengertian disiplin dan
disiplin kelas secara mantap. Penguasaan terhadap hakekat disiplin kelas akan
membantu anda dalam mempelajari kegiatan belajar yaitu strategi penanaman dan
penanganan disiplin kelas.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa Yang Dimaksud Dengan Disiplin
Kelas?
2. Bagaimana Sikap Guru?
3. Bagaimana Sikap
Mengalah Pada Guru?
4. Bagaimana Pembelajar
Tetap Berjalan?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Disiplin Kelas
Disiplin
adalah kesadaran untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan tertib dan teratur
sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dengan penuh tanggung jawab
tanpa paksaan dari siapapun (AsyMas’udi, Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan (Yogyakarta: PT TigaSerangkai, 2000). Sedangkan The Liang Gie
(1972) memberikan pengertian disiplin sebagai berikut Disiplin adalah
suatu keadaan tertib di mana orang-orang yang tergabung dalam suatu
organisasi tunduk pada peraturan-peraturan yang telah ada dengan rasa
senang.
Dengan
disiplin dimaksudkan sebagai upaya untuk mengatur perilaku anak dalam mencapai
tujuan pendidikan, karena ada perilaku yang harus dicegah atau dilarang, dan
sebaliknya, harus dilakukan. Pembentukan disiplin pada saat sekarang buakn
sekedar menjadikan anak agar patuh dan taat pada atyran dan tata tertib tanpa
alas an sehingga mau menerima begitu saja, melainkan sebagai usaha
mendisiplinkan diri sendiri (self discipline). Artinya ia berperilaku baik,
patuh dan taat pada aturan bukan karena paksaan dari orang lain atau guru
melainkan karena kesadaran dari dirinya.
Disiplin
bukanlah kepatuhan lahiriah, bukanlah paksaan, bukanlah ketaatan pada otoritas
gurunya untuk menuruti aturan. Disiplin adalah suatu sikap batin, bukan
kepatuhan otomatis. Siswapun bertanggung jawab untuk menciptakan suasana kelas
yang baik. Suasana kelas yang tidak tegang, ada kebebasan tapi ada pula
kerelaan mematuhi peraturan dan tata tertib sekolah.
Dari beberapa
pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah ketaatan dan
ketepatan pada suatu aturan yang dilakukan secara sadar tanpa adanya dorongan
atau paksaan pihak lain atau suatu keadaan di mana sesuatu itu berada
dalam tertib, teratur dan semestinya serta tiada suatu pelanggaran-pelanggaran
baik secara langsung maupun tidak langsung.
B.
Sikap Guru
Guru
sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila
dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan
masyarakat sekelilingnya. Masyarakat terutama akan melihat bagaimana sikap dan
perbuatan guru itu sehari-hari, apakah memang ada yang patut di teladani atau
tidak. Bagaimana guru meningkatkan pelayanannya, meningkatkan pengetahuannya,
memberi arahan dan dorongan kepada anak didikannya, dan bagaimana cara guru
berpakaiaan dan berbicara serta cara bergaul baik dengan sisiwa, teman-temannya
serta anggota masyarakat, sering menjadi perhatian masyarakat luas.
Walaupun segala perilaku guru selalu diperhatikan
masyarakat,tetapi yang akan dibicarakan dalam bagian ini adalah khusus perilaku
guru yang berhubungan dengan profesinnya. Hal ini berhubungan dengan bagaimana
pola tengkah laku guru yang berhubungan dengan itu akan dibicarakan sesuai
dengan sasarannyan, yakni sikap profesional keguruan terhadap: (1) Peraturan
perundang-undangan, (2) Organisasi profesi, (3) Teman sejawat, (4) Anak didik,
(5) Tempat kerja, (6) Pemimpin, Dan (7) Pekerjaan.
C. Sikap
Mengalah pada Guru
Dalam menangapi sikap tidak layak dari siswa,guru bk
dengan sikap yang kurang rasional sering kali meresponnya dengan memberikan
julukan siswanya yang bermasalah dengan kata “nakal”. Mungkin saja guru bk
semacam itu akan cepat mundur dan menjadi khawatir tentang pertahanan diri
mereka dan akan bersedia mengingkari hak siswanya jika hal tersebut akan
melindungi dirinya. Sangatlah tidak mungkin untuk bereaksi dengan tenang dan
sadar secara profesi tanpa memiliki respon yang layak dari beberapa macam alternatif,
dan kebutuhan setiap siswa.
Jika guru semacam itu melihat kenyataan,mereka akan menyadari
bahwa tidaklah mungkin membuat siswa melakukan apa yang mereka perintahkan
sepanjang waktu. Siswa terkadang merasa frustasi,marah,malu,tertekan atau
bentuk emosi negatif lainnya,dan tidak merespon dengan logis. Sikap yang lebih
rasional seorang guru kalimat berikut ini : “guru bk lebih suka membuat semua
siswa berada dalam kontrolnya dan mereka akan melaksanakan apa yang
diperintahkan,dan guru bk mencapai tujuannya. Tetapi,jika seseorang siswa
menolak untuk bekerjasama,guru bk dapat berhasil mengatasi situasi tersebut dan
sementara itu dia terus mencari strategi yang paling cocok untuk mengatasinya.
D.Reaksi Guru
Reaksi Guru adalah suatu kegiatan ataupun tindakan guru terhadap murid yang bertingkah
laku baik ataupun buruk.
E. Pembelajar Tetap Berjalan
Untuk menjaga pelajaran agar tetap berjalan dengan
lancar. Ada beberapa hal yang harus dilakukan dan ada beberapa yang harus
dihindari. Beberapa hal yang harus dilakukan guru disajikan berikut ini :
·
Mengetahui secara pasti apa
yang hendak dilakukan dan memiliki semua sumber yang diperlukan.
·
Di awal pelajaran dan
topik, informasikan kepada siswa tentang tujuan instruksional dan kegiatan yang
akan dilakukan untuk mencapainya.
·
Setiap ada
kesempatan,tetapkan bentuk sikap siswa yang dapat diterima dan dimengerti agar
tidak ada waktu yang terbuang secara berulangkali dalam berunding dengan
siswa,seperti izin ke kamar kecil,pembagian katering,giliran maju,berbaris.
·
Biarkan siswa mengetahui
ketika sebuah kegiatan akan diganti sehingga mereka mempersiapkan diri menyelesaikan
apa yang sedang mereka lakukan dan siap secara mental untuk menghadapi apa yang
akan mereka lakukan.
·
Selalu perhatikan kebutuhan
mayoritas kelas dan sibukkan mereka dalam belajar sebelum berurusan dengan
siswa yang membutuhkan perhatian istimewa.
F. Siswa Senang Belajar
Rasa ketertarikan siswa dalam belajar dapat dirangsang
dan dijaga dengan menggunakan cara yang berbeda-beda. Dalam kerangka ini,guru
dapat menerapkan cara-cara seperti berikut ini:
·
Ubahlah
volume,kecepatan,dan nada suara.
·
Bersikap antuasias pada
pelajaran yang sedang diajarkan,misalnya : kapanpun
memungkinkan,terangkan mengapa pelajaran ini berguna,penting,dan menarik
dan mengasyikan.
·
Beri selingan pada cara
mengajar. Hal ini termasuk menggunakan beberapa macam prosedur,misalnya
memberikan tugas,debat,darma wisata mendatangkan pembicaraan tamu,dan
sebagainya. Keragaman juga berhubungan dalam belajar individu yang harus
termasuk teknik-teknik seperti penjelasan guru,diskusi siswa guru,simulasi,
diskusi antarsiswa dalam skala besar dan kecil, pekerjaan individu siswa, dan
penggunaan media,misalnya flim,video,slide dan OHP,papan tulis,poster. Hal
ini penting karena untuk meyakinkan bahwa pilihan beberapa proses tertentu
didasarkan kelayakan untuk mencapai tujuan tertentu.
·
Berjalanlah ke seluruh sisi
ruangan pada saat mengerjakan dan kadang-kadang biarkan siswa bebas bergerak di
dalam kelas.
·
Yakinkan bahwa isi
pelajaran menantang,tetapi dapat dikerjakan,dan bilamana memungkinkan,hubungkan
kegiatan pelajaran dengan kegemaran siswa.
Siswa merupakan pembelajar. Dia senantiasa berinteraksi
dengan guru dalam keseluruhan prosess edukasi. Siswa yang merasa gurunya
memikirkan tugas-tugas tersebut kemungkinan kecil mereka berani untuk bersikap
tidak layak. Berikut ini pembahasan tentang cara pertanggung jawaban
dicerminkan dalam kelas.
·
Saat menanyakan
pelajaran,jangan berhenti pada jawaban benar yang pertama,tetapi lanjutkan pada
jawaban berikutnya. Kumpulkan beberapa jawaban yang ada sebelum mengatakan
jawaban itu benar.
·
Sering kali memberikan
pertanyaan lalu mencoba untuk melakukan kontak mata dengan banyak siswa sebelum
memilih satu orang responden.
·
Setelah memberikan
pertanyaan dan memilih satu siswa untuk menjawab,bersiaplah untuk menunggu
beberapa saat,sampai siswa yang dinominasi mulai menjawab.
·
Jika seorang siswa
memberikan jawaban yang kurang memadai,perhatikanlah kemampuan untuk
menjawab,tunggulah beberapa saat untuk memberinya dorogan atau untuk
melanjutkan jawabannya.
·
Kumpulkan dan periksalah
semua tugas yang sudah di kerjakan oleh siswa.
G. Siswa Dan Pembelajaran
Pengertian siswa
menurut para ahli ini mengacu pada pesera didik yang mana dalam bahasa arab
sendiri di sebut sebagai Tilmidz yang mengandung artian jamak adalah
Talamid, yang mengandung artian adalah “murid”, yang artinya adalah orang-orang
yang membutuhkan pendidikan. Dan menurut bahasa arab lainnya siswa
adalah Thalib, jamaknya artinya adalah Thullab, yang berarti mencari
maksudnya merupakan orang-orang yang sedang mencari ilmu.
Pembelajaran
adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada
suatu lingkungan belajar yang meliputi guru dan siswa yang saling bertukar
informasi.
Tujuan pembelajaran (instructional
objective) adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi, dimiliki,
atau dikuasai oleh peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran
tertentu.
H. Siswa
Termonitor
Siswa termonitor adalah siswa yang bertingkahlaku buruk
ataupun sifat negatif siswa terhadap lingkungan sekolah.
Dengan demikian, dari interaksi timbal
balik antara suatu objek (misalnya lingkungan) dengan seseorang akan
menimbulkan sifat saling mempengaruhi. Artinya suatu sikap lahir dan timbul
akibat pengaruh dari objek tersebut, serta sebaliknya sikap seseorang
mempengaruhi terhadap objek tersebut. Hal ini akan terlihat jelas dan nyata
jika seorang siswa merespon dan bereaksi terhadap lingkungan, ia akan
melahirkan sebuah sikap yang akhirnya menimbulkan tingkahlaku sesuai dengan
respon tersebut.
Adapun faktor
yang paling dominant sekaligus sebagai indicator yang sangat penting adalah
sikap. Sikap merupakan sesuatu yang dipelajari, dan sikap menentukan bagaimana
individu bereaksi terhadap situasi serta menentukan apa yang dicari individu
dalam kehidupan. Pada umumnya rumusan-rumusan mengenai sikap mempunyai
persamaan unsur, yaitu kesedian untuk
melakukan respon pada situasi tertentu.
I.
Kemauan Baik
Kemauan adalah salah satu fungsi
hidup kejiwaan manusia, dapat diartikan sebagai aktifitas psikis yang
mengandung usaha aktif dan berhubungan dengan pelaksanaan suatu tujuan. Tujuan
adalah titik akhir dari gerakan yang menuju suatu arah. Adapun tujuan kemauan
adalah pelaksanaan suatu tujuan-tujuan mana, harus diartikan dalam suatu
hubungan.
J. Masalah Siswa
Hampir setiap hari guru berhadapan dengan siswa yang
bermasalah. Guru bisa membayangkan sendiri sedang membagikan kertas biodata
yang wajib diisi oleh siswa. Ketika itu salah seorang siswa tidak mau mengerjakan
yang disuruh guru tersebut. Barangkali
banyak guru akan menganggap penolakan siswanya untuk mengerjakan kertas biodata
siswanya adalah masalahnya sendiri. Tapi tentu saja hal ini juga merupakan
masalah guru.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Disiplin
adalah kesadaran untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan tertib dan teratur
sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dengan penuh tanggung jawab
tanpa paksaan dari siapapun (AsyMas’udi, Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan (Yogyakarta: PT TigaSerangkai, 2000). Sedangkan The Liang Gie
(1972) memberikan pengertian disiplin sebagai berikut Disiplin adalah
suatu keadaan tertib di mana orang-orang yang tergabung dalam suatu organisasi tunduk
pada peraturan-peraturan yang telah ada dengan rasa senang.
Guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di
masyarakat apabila dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi
panutan atau teladan masyarakat sekelilingnya.
DAFTAR PUSTAKA
Prayitno H. Dan Eman Amti,2009, Dasar-dasar
Bimbingan dan Konseling,Rineka Cipta, Jakarta.
Danmin Sudarwan Dan H. Khairil,2008,Psikologi
Pendidikan (Dalam Prespektif Baru),Alfabeta,Jakarta.